• Sun. Jan 24th, 2021

Situs Taruhan Online Terpercaya

Terbaik & Terbesar Di Indonesia

Memahami IUFD Kematian Janin di dalam Kandungan

ByJimmy Chavez

Dec 26, 2020
Memahami IUFD Kematian

Memahami IUFD Kematian Sejumlah besar pemicu IUFD atau yang disebutkan dengan stillbirth tidak dikenali, tetapi keadaan ini menjadi penanda ada permasalahan dalam kehamilan. Bermacam peluang pemicu IUFD diantaranya:

1. Plasenta yang tidak berperan secara baik
Masalah pada plasenta bisa membuat suplai gizi yang diperlukan janin dalam kandung, seperti saluran darah dan oksigen, jadi menyusut. Keadaan ini bisa menghalangi perubahan janin (intrauterine growth restriction/ IUGR) dan memacu berlangsungnya IUFD. Memahami IUFD Kematian

2. Abnormalitas genetik
Sangkaan pemicu IUFD setelah itu cacat genetik atau abnormalitas kromosom. Keadaan ini mengakibatkan organ penting janin, seperti otak dan jantung, tidak berkembang secara baik hingga memacu berlangsungnya IUFD. Memahami IUFD Kematian

3. Perdarahan
Perdarahan berat yang berlangsung di trimester akhir juga bisa jadi pemicu janin mati dalam kandung. Ini dapat berlangsung saat plasenta mulai terpisah (meluruh) dari kandungan saat sebelum masuk periode persalinan. Keadaan ini disebutkan abrupsi plasenta (placental abruption).

4. Keadaan klinis spesifik yang dialami ibu
Penyakit diabetes, hipertensi, masalah kekebalan badan, kurang nutrisi, dan infeksi bakteri Streptokokus group B, listeriosis, toksoplasmosis, atau rubella beresiko mengakibatkan janin mati dalam kandung.

Begitupun dengan infeksi yang lain, seperti malaria, sifilis, dan HIV. Preeklamsia dapat kurangi saluran darah ke janin lewat plasenta hingga memacu berlangsungnya IUFD.
5. Umur dan gaya hidup yang jelek
Factor yang lain tingkatkan resiko IUFD ialah berkaitan umur. Ibu hamil yang berumur lebih dari 35 tahun atau kurang dari 15 tahun lebih rawan alami IUFD.
Kecuali umur, kegemukan dan gaya hidup yang kurang sehat, seperti konsumsi minuman mengandung alkohol atau merokok waktu hamil dapat memacu berlangsungnya IUFD.
Beberapa pakar menyampaikan jika janin lahir mati atau janin wafat dalam kandung kerap kali berasal dari gabungan dari beberapa factor di atas, seperti masalah plasenta, kesehatan ibu, dan gaya hidup yang jelek.
Pengatasan IUFD
Pada masalah keguguran, dokter umumnya akan mereferensikan proses kuret untuk keluarkan janin yang telah wafat. Sesaat pada masalah IUFD, janin yang telah wafat umumnya akan dikeluarkan lewat persalinan.
Bila bayi sudah wafat saat sebelum tanggal persalinan, dokter kemungkinan lakukan tindak induksi untuk percepat proses persalinan. Pada beberapa masalah, dokter kemungkinan untuk mereferensikan operasi caesar buat menolong keluarkan bayi yang alami IUFD.
Pada kehamilan kembar dan salah satunya janin alami IUFD, proses persalinan dengan kontribusi induksi biasanya tidak disarankan. Dokter akan mengecek keadaan janin yang lain dan menyarankan perlakuan yang sesuai keadaan ibu dan janin.
Biasanya, menjaga ke-2 janin masih dalam kandung sampai waktu persalinan datang banyak dianjurkan oleh dokter.
error: Content is protected !!